Rabu, 09 Oktober 2019

Produk Multimedia 2

SEPATU LUKIS


Sejarah sepatu
Bagi orang Yunani dan Romawi kuno, alas kaki merupakan salah satu gaya busana yang elegan. Sandal yang disebut baxa atau baxea dibuat dari anyaman daun palem. Pemakainya adalah kalangan bawah seperti filsuf dan pendeta. Apuleius menulis bahwa pendeta muda memakai sandal dari daun palem seperti yang dikenakan orang Mesir. Pengrajin sandal disebut baxearii atau solearii. Alas kaki ringan yang dipakai di dalam rumah disebut solea, sedangkan sepatu (calceus) dipakai di luar rumah. Alas kaki yang menutupi bagian atas kaki disebut soccus, dan dikenakan di dalam rumah seperti slipper (selop) dalam kebudayaan Barat. Sepatu bot bertali yang memperlihatkan seluruh jemari kaki disebut cothurnus. Bagian alas (sol) cothurnus sering dibuat tebal dengan sisipan gabus. Pemakainya adalah penunggang kuda, aktor drama tragedi, pemburu, dan bangsawan yang ingin tampak lebih tinggi dan gagah.

Prajurit Romawi mengenakan sandal bertali dengan jari-jari yang terbuka. Bila mereka berperang di kawasan perbukitan, bagian bawah sandal dilengkapi dengan gerigi yang tajam atau paku. Bentuk dan warna sepatu bot menunjukkan jabatan dan pekerjaan. Senator Romawi mengenakan sepatu berwarna hitam dengan hiasan bulan sabit berwarna emas atau perak di bagian atas sepatu. Kaisar Romawi menghiasi sepatu bot dengan batu permata dan emas. Kaisar Aurelian melarang laki-laki mengenakan sepatu berwarna merah, kuning, putih, atau hijau karena warna-warna tersebut yang dikhususkan untuk wanita. Sementara itu, Kaisar Heliogabalus melarang wanita menghias sepatu dengan emas dan permata.

Sepatu kalangan bangsawan Eropa pada abad ke-12 dipenuhi dengan berbagai hiasan mewah. Sepatu bot Hanry II berwarna hijau dengan garis-garis emas. Dari makam Henry VI dari Sicilia yang wafat tahun 1197 ditemukan sepatu dengan bagian atas dari kain emas berhias mutiara. Bagian sol dibuat dari gabus berlapis kain emas. Sepatu menutupi hingga bagian pergelangan kaki, dan dikencangkan dengan kancing kecil. Permaisuri Constance yang wafat tahun 1198 mengenakan sepatu dari kain emas berhiaskan permata, dengan pengencang berupa sabuk kulit yang diikat dengan tali.

• Yang harus dipersiapkan untuk membuat sepatu lukis :
1. Mencari referensi
2. Mencari model sepatu
3. Teknik melukis 
4. Membuat sketsa desain sepatu lukis

• Bahan-bahan untuk membuat sepatu lukis :
1. Sepatu kanvas
2. Kuas / spons (sesuai teknik melukis)
3. Cat acrylic
4. Pallet
5. Lakban kertas

• Langkah² membuatnya:
1. Gunakan lakban kertas untuk menutupi bagian sepatu yang tidak ingin dilukis, agar tidak terkena cat
2. Tuang cat acrylic kedalam pallet, kemudian mulai melukis (Kamu bisa melukis menggunakan kuas/spons sesuai teknik melukis yg ingin kamu pakai)
3. Setelah selesai melukis, tunggu catnya kering dulu lalu lepas lakban kertas yg menempel disepatu
4. Pasang tali sepatu
5. Sepatu siap dipakai

Sepatu yg sudah dilukis jgn lupa difoto ya, hehe :)

Berikut ini adalah contoh desain sepatu lukis yang saya buat :


• Sketsa desain sepatu di kertas


Sketsa desain di sepatu menggunakan pensil


Selanjutnya lukis sepatu sesuai desain.

Before

After

Berikut ini adalah video yang saya buat untuk menjelaskan cara membuat sepatu lukis :



SELAMAT MENCOBA~

Mohon maaf jika ada kekurangan~
Semoga postingan saya bermanfaat :)

Produk Multimedia 1

KEMASAN DONAT

Sejarah donat
Pada tahun 1968, stan American Donut di Djakarta Fair (sekarang disebut Pekan Raya Jakarta) merupakan perintis donat yang digoreng dengan mesin otomatis. Sejak itu, American Donut memiliki tradisi tahunan membuka stan di Pekan Raya Jakarta hingga sekarang.
Pada tahun 1985, Dunkin’Donuts membuka gerai pertama di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusatyang terus berkembang menjadi lebih dari 200 gerai di berbagai kota di Indonesia.[2] Yang kemudian diikuti dengan donat-donat waralabaasing lainnya seperti Master Ring, Master Donut, dan Mister Donut.[3]

Demam donat dibangkitkan kembali oleh J.CO Donuts & Coffee yang membuka gerai pertamanya di Supermall Karawaci pada tanggal 26 Juni2005.[4] Keberhasilan J.CO diikuti Krispy Kremeyang membuka gerai donatnya yang pertama di Mal Pondok Indah 2 pada tanggal 31 Agustus2006.[5] J.CO sebagai merek lokal didirikan oleh Johnny Andrean seorang penata rambut terkemuka di Indonesia.

Donat produksi industri kecil biasanya dijajakan berkeliling menggunakan sepeda atau sepeda motor. Di dalam bus, pedagang asongan menjual donat kemasan kotak dengan cara unik. Donat dalam kemasan dibagi-bagikan ke pangkuan penumpang untuk kemudian dikumpulkan kembali kalau penumpang tidak berminat.

Donat jenis ini disebut juga sebagai donat kampung untuk membedakannya dengan donat-donat yang dijual di mal dan restoran. Selain jenis donat yang banyak beredar di pasaran kini banyak diproduksi oleh pedagang kaki lima adalah donat kentang tentu saja bahan baku untuk membuatnya adalah kentang yang memiliki tekstur lembut.

Berikut ini contoh kemasan donat yang saya buat :

Contoh kemasan secara manual (jaring²) :


Menyusun desain kemasan di aplikasi Corel Draw :



Keterangan : 
- Jenis font yg digunakan : 
Donata = Algerian
Halal = Engravers mt
Donat, diproduksi oleh, berat bersih, komposisi, kandungan gizi = Arial

- Warna : 
Tutup atas = light yellow
Tutup samping atas = c10 m38 y100 k0
Penghubung samping atas = chalk 
Perekat = white
Tutup bawah = white 
Tutup samping bawah = brick red
Lelehan coklat = c0 m60 y60 k40
Warna badan donat depan = c0 m40 y80 k0; warna selainya c0 m80 y40 k0
Donat yg coklat c0 m20 y40 k60
Donat yg krem = chalk ; selainya c40 m0 y100 k0

-Efek :
Powerclip

Contoh kemasan produk yang sudah jadi:



MOHON MAAF JIKA ADA KEKURANGAN :)

SELAMAT MENCOBA ~
SEMOGA POSTINGAN SAYA BERMANFAAT😊

Produk multimedia 3

LOGO PASTA Sejarah pasta Banyak teori yang telah disampaikan mengenai sejarah pasta mulai dari asal usul produk pasta. Beberapa ...